LAPORAN KEGIATAN PROGRAM PENGALAMAN
LAPANGAN
(PPL)
Diajukan untuk melengkapi sebagaian
tugas dalam
Mengikuti Program Pengalaman
Lapangan
(PPL)
MTsN Simpang Empat

Disusun oleh :
MUSTOFA
BP/Nim.
SI.09.108
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM
YAYASAN PERGURUAN
TINGGI ISLAM PASAMAN
STAI – YAPTIP
PASAMAN BARAT
TAHUN 1434
H/2013 M
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Program Pengalaman Lapangan
Pendidikan
tidak terlepas dari peran seorang guru sebagai pendidik, pendidikan yang
dilakukan dapat berdasarkan kehidupan bangsa dan negara serta serta dapat
mendidik putra putri bangsa Indonesia supaya menjadi manusia yang berilmu
pengetahuan, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT sebagai mana hadits Nabi SAW
:
Artinya : Setiap
manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah maka orang tuanyalah yang menjaadikannya
yahudi, majusi dan nasrani.(H.R Bukhari).
Fakultas
tarbiyah STAI-YAPTIP Simpang Empat Pasaman barat merupakan wadah untuk
menciptakan guru-guru agama, mahasiswanya telah di bekali berbagai ilmu, baik
ilmu umum maupun ilmu agama. Akan tetapi sebelum calon guru itu diterjunkan ke
masyarakat maka ilmu-ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan masih bersifat
teori yang perlu diterapkan, maka Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang
merupakan sarana untuk memperaktekkan ilmu-ilmu yang bersifat teori tersebut.Program
Pengalaman Lapangan (PPL) diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berguna
bagi mahasiswasebagai calon guru MI, MTs, MA dan Tingkat Pendidikan lainnya.
Program
Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa
fakultas tarbiyah STAI-YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat. Pelaksanaannya
dilakukan selama lebih kurang satu semester di beberapa sekolah yang ada di
Kabupaten Pasaman Barat dan salah satunya pada MTsN Simpang Empat Kabupaten
Pasaman Barat dengan jumlah 5 orang yang di bimbing oleh seorang supervisor
yaitu Bapak Drs. HERMAN DEWILDA, M.Si.
Diantara
mahasiswa yang melaksanakan PPL di MTsN Simpang Empat adalah sebagai berikut :
1.
Mustofa
2.
Siti
Sa’diah
3.
Erna
Wati
4.
Rita
Yanti
5.
Marini
Susanti
Pada akhirnya
setiap mahasiswa yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di MTsN
Simpang Empat diharuskan menulis laporan Pelaksanaan Program Pengalaman
Lapangan (PPL) sebagai bahan evaluasi dalam proses perbaikan dan peningkatan di
masa yang akan datang.
B.
Tujuan Perogram Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman lapangan yang penulis laksanakan di samping
bertujuan untuk memenuhi beban wajib mata kuliah dan merupakan syarat untuk
mengikuti wisuda yang juga bertujuan :
1.
Memenuhi
tuntunan sistem kredit semester di fakultas tarbiyah yang terjadi mata kuliah
wajib.
2.
Merealisasikan
teori-teori tentang pendidikan dan pengajaran yang telah diperoleh di bangku
perkuliahan.
3.
Memberikan
pengalaman praktis dilapangan kepada calon guru tentang bagaimana mengajar
dengan teknik pendidikan lainnya secara aplikatif.
4.
Mempersiapkan
calon guru yang siap pakai dan profesional dalam memajukan mutu pendidikan
tersebut.
5.
Mendapatkan
pengalaman yang lebih luas tentang pelaksanaan pendidikan dan cara
pengelolaannya.
C.
Ruang Lingkup
Program Pengalaman Lapangan (PPL) di MTsN Simpang Empat ruang
lingkup kegiatan yang dilaksanakan meliputi :
1.
Orientasi,
perkenalan lingkungan dalam MTsN meliputi: fisik sekolah, murid, guru, dan
semua unsur penunjang dalam sekolah.
2.
Observasi,
mengamati semua unsur dalam lingkungan MTsN mulai dari ruang kepala sekolah,
ruang majelis guru, ruang belajar (Kelas) dan semua komponen yang ada dalam
lingkungan sekolah.
3.
Kegiatan
belajar mengajar di semua kelas dilaksanakan dari kelas rendah sampai kelas
tinggi.
4.
Kegiatan
ekstrakulikuler dilaksanakan di luar jam wajib belajar.
5.
Kegiatan
penilaian dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar selesai untuk
mengetahui tingkat pengalaman murid dan keberhasilan penulis dalam mengajar.
BAB
II
GAMBARAN
UMUM MTsN SIMPANG EMPAT
A.
Latar Belakang Berdirinya MTsN Simpang Ampat
MTsN Simpang Empat awalnya didirikan oleh sebuah yayasan pendidikan
islam yang terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan
Madrasah Aliyah (MA), yayasan itu berdiri pada tanggal 18 Agustus 1982.
Pada awal berdirinya MTs ini jumlah siswanya terdiri dari 25 orang
dan tahun demi tahun jumlah siswa semakin bertambah sampai saat ini. Sebagai
pendiri pertamanya adalah Bapak Tuanku Syukur Qori dan MTs ini di negerikan
pada tanggal 01 Juli 1994.
Adapun urutan Kepemimpinan MTsN Simpang Empat sejak awal berdiri sampai
sekarang yang memimpin MTsN Simpang Empat adalah sebagai berikut :
1.
Pada
tahun 1982 sampai 1985 dipimpin oleh Tuanku Syukur Qori
2.
Pada
tahun 1985 sampai 1990 dipimpin oleh Ali Amran Ismail
3.
Pada
tahun 1990 sampai 1994 dipimpin oleh Burhanuddin
4.
Pada
tahun 1994 sampai 2003 dipimpin oleh Dra. Rosnawati
5.
Pada
tahun 2003 sampai 2007 dipimpin oleh Asri Darmi, BA
6.
Pada
tahun 2007 sampai 2011 dipimpin oleh Bakrisal, S.Ag, M.Pd
7.
Pada
tahun 2011 sampai sekarang dipimpin oleh Bapak Syamsul Bayan, M.A.
B.
Sarana dan Prasarana MTsN Simpang Ampek
Sarana dan prasarana merupakan alat penunjang demi kelancaran
proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana di MTsN Simpang Empat adalah
sebagai berikut :
1.
Ruang belajar sebanyak 22 lokal
2.
Ruang
Kepala Sekolah beserta Tata Usaha
3.
Ruang
Majelis Guru
4.
Ruang
Labor Computer
5.
Ruang
pustaka beserta labor IPA
6.
Mushalla
7.
Ruang
Bimbingan Penyuluh (BP)
8.
Ruang
UKS
C.
Personalia MTsN Simpang Ampek
Susunan personalia MTsN Simpang Empat sebagai berikut :
1.
Bapak
Syamsul Bayan, M.A, Sebagai kepala MTsN Simpang Empat
2.
Bapak
Paisal, S.Pd, Sebagai Wakil Kurikulum
3.
Bapak
Roni Candra, A.Md, sebagai Wakil Kesiswaan sekaligus Guru PenJasKes
4.
Bapak
Abdul Wahid, S.Pd.I, Sebagai Humas sekaligus Guru Mata Pelajaran Al-Qur’an
Hadits
5.
Bapak
Zul Afdi, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Matematika
6.
Bapak
Ahmad Bensani, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran BK
7.
Bapak
Candra, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran TIK
8.
Bapak
Akmal, Sebagai Guru Mata Pelajaran Pkn
9.
Bapak
Asril, Sebagai Guru Mata Pelajaran SKI dan Fiqih
10.
Bapak
Zairal, S.Ag, Sebagai Guru Mata Pelajaran SKI
11.
Bapak
Zulkifli, S.Pd.I, Sebagai Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak
12.
Ibu Sofiarni,
Sebagai Guru Mata Pelajaran IPA
13.
Ibu Arno
Firta, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran IPA
14.
Ibu Dra.
Sesminangsis, Sebagai Guru
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
15.
Ibu Siti
Rohani, S.Ag,Sebagai Guru
Mata Pelajaran Fiqih
16.
Ibu Elvi
Marwina, S.Pd.I, Sebagai Guru
Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist
17.
Ibu Happy
Sopia, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran IPS
18.
Ibu Nurjati,
S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
19.
Ibu Despita,
S.Pd,Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
20.
Ibu Nurhayati,
S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris
21.
Ibu Linda
Veozia, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran Matematika
22.
Ibu Titin
AN, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa
Inggris
23.
Ibu Mesraina,
S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran SKI
24.
Ibu Edna
Repina, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran BK/BP
25.
Ibu Dra.
Arridha Helty, Sebagai Guru
Mata Pelajaran Akidah Akhlak
26.
Ibu Reni
Susanti, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Fiqih dan Al-Qur’an Hadist
27.
Ibu Somi
Emrika, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran IPA
28.
Ibu Irda
Yanti, S.Hum, Sebagai Guru
Mata Pelajaran IPS
29.
Ibu Nikmawati,
S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab
30.
Ibu Nikmah
Hayati, S.Ag, Sebagai Guru Mata Pelajaran Fiqih
31.
Ibu Wira
Wati, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Pkn
32.
Ibu Mimi
Indrawati, S.Hi, Sebagai Guru
Mata Pelajaran Seni Budaya
33.
Ibu Dewi
Fitra, S.Pd, Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
34.
Ibu Nurhayati,
S.Pd.I, Sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa
Arab
35.
Ibu Respi
Sanna, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran IPS
36.
Ibu Desi
Iswarni, S.Pd.I, Sebagai Guru
Mata Pelajaran Bahasa Arab dan IPS
37.
Ibu Lina
Sariyenti, S.Pd,Sebagai Guru
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
38.
Ibu Elmita
Rahmi, S.Pd, Sebagai Guru
Mata Pelajaran IPA
39.
Ibu Refniati, sebagai KAUR Tata Usaha
40.
Ibu Ermawati,sebagai
Tenaga Pustaka
41.
Ibu Maria
Susanti,sebagai tenaga Tata Usaha
42.
Ibu Ermawita,sebagai
tenaga Tata Usaha
43.
Bapak
Maizi Rahmayadi, Sebagai Tenaga Tata Usaha
44.
Bapak
Roslan, sebagai tenaga Kebersihan dan Penjaga Sekolah
45.
Bapak
Domi Saputra, Sebagai Tenaga Keamanan
46.
Bapak
Yuhadi, sebagai guru PENJASKES
47.
Bapak
Rampi Ismail, sebagai Guru Mata
Pelajaran Matematika
48.
Ibu Neli
Gusnita, sebagai guru Muatan Lokal.
D.
Visi dan Misi MTsN Simpang Ampek
Untuk meningkatkan mutu pendidikan pada saat ini, keluarga besar
MTsN Simpang Empat mempunyai Visi dan Misi dalam mencapai keberhasilan para
siswa.
Visi
dan Misi tersebut adalah :
1.
Visi
Unggul dalam prestasi, tampil berdasarkan Iman dan Taqwa ( IMTAQ )
2.
Misi
·
Meningkatkan
Kualitas Pendidikan
·
Meningkatkan
kualitas bimbingan dan penyuluhan bagi Siswa
·
Meningkatkan
Hubungan Kerja sama dengan masyarakat
·
Meningkatkan
kualitas ke Tata Usahaan dan Rumah Tangga Sekolah, Perpustakaan dan
Laboratorium.
BAB
III
KEGIATAN
PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
A.
Kegiatan Mengajar Terperogram
Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu proses akhir
perkuliahan yang tercantum dalam Tridarma Prguruan Tinggi. Selain itu juga
merupakan suatu sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan
yang diterimanya di bangku kuliah yang masih bersifat teoritis.
Berdasarkan keputusan pihak Fakultas Tarbiyah STAI-YAPTIP Simpang
Empat bahwa seluruh mahasiswa S1 harus melaksanakan Program Pengalaman Lapangan
(PPL) dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan di sekolah
atau madrasah yang telah di pilih.
Kegiatan yang paling utama dilakukan kegiatan mengajar terperogram
sebagaimana telah disampaikan oleh pihak fakultas bahwa mahsiswa PPL di
haruskan melaksanakan praktek mengajar sebanyak 14 kali dengan persiapan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sehubungan dengan ketentuan tersebut
penulis telah latihan mengajar sebanyak 14 kali dengan mata pelajaran yang di
emban adalah Al-Qur’an Hadits, sebagaimana dalam
RPP terlampir. Setelah diadakan 14 kali mengajar, di adakan satu kali ujian.
B.
Kegiatan Mengajar Non Terperogram
Mengajar tidak terprogram yaitu kegiatan mengajar yang dilaksanakan
untuk menggantikan guru yang tidak dapat hadir atau hadir tetapi tidak dapat
melaksanakan tugasnya karena sesuatu hal, lalu digantikan oleh mahasiswa PPL,
sebagaimana yang telah rasakan penulis mengajar untuk menggantikan guru-guru
yang bersangkutan yang tidak bisa mengajar pada waktu itu.
C.
Kegiatan Ekstra
Kegiatan ekstra adalah suatu kegiatan yang dilakukan di luar jam
pelajaran sekolah bertujuan untuk membina keterampilan, keberanian, menampilkan
bakat dan minat siswa MTsN Simpang Empat.
Setiap hari jum’at siswa siswi MTsN Simpang Empat berbaris didepan
kantor majelis guru untuk melaksanakan kegiatan rutin yaitu Kultum dan Asmaul
Husna, sekaligus mengumpulkan infaq setiap lokal masing-masing.
BAB IV
PENGALAMAN DI PEROLEH
A.
Pengalaman Berwawasan Positif
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung
serangkaian kegiatan guru dengan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang
berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi
atau hubungan timbal balik antara guru dengan siswa itu merupakan syarat utama
bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Dalam hal ini, bukan hanya
menyampaikan pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai
pada diri siswa yang sedang belajar.
Proses belajar mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih
luas dari pengertian mengajar. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya
satu kesatuan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang
mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.
Selama dalam melaksanakan Program Pengalaman lapangan (PPL) di MTsN
Simpang Empat ini, banyak pengalaman yang berwawasan positif yang penulis
dapatkan, baik dalam kegiatan mengajar maupun non mengajar.
1.
Kegiatan
Mengajar
Selama melaksanakan Program
Pengalaman Lapangan (PPL) ini, penulis mendapat jadwal mengajar tiga (3) kali
dalam seminggu sesuai dengan permintaan guru pamong dan pada kesempatan
tersebut penulis mendapat jadwal di kelas VII i, VII j, VII k.
Seperti yang
telah dijelaskan diatas, bahwa dalam proses belajar mengajar ada hubungan
timbal balik antara guru dan siswa yang berlangsung dalam situasi edukatif
untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk hal ini, dapat penulis rasakan ketika
penulis mengajar, ada respon dari siswa untuk mendengarkan dan sikap untuk
menerima pelajaran dari materi yang penulis sampaikan. Di samping mengajar,
dalam kegiatan belajar mengajar penulis juga menyiapkan berbagai instrumen
pembelajaran, baik persiapan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
silabus ataupunmenyiapkan media pembelajaran. Dengan demikian, maka tujuan dari
pembelajaran akan dapat tercapai sesuai dengan indikator pencapaian dari materi
pelajaran tersebut.
2.
Kegiatan
non mengajar
Pengalaman yang berwawasan positif
yang penulis dapatkan dalam kegiatan non mengajar selama PPL di MTsN Simpang
Empat diantaranya, yaitu :
a.
Piket
Setiap hari Rabu dan Jum’at merupakan jadwal penulis untuk membantu
guru piket di sekolah. Dalam hal ini penulis perthatikan kepala sekolah turut
berpartisipasi dalam menerapkan kedisiplinan, hal ini terlihat dengan kehadiran
kepala sekolah tepat pada jam 07.00 Wib dan sudah berdiri di pintu gerbang
sekolah sambil mengawasi siswa-siswi. Adapun tugas guru piket adalah mengawasi
dan membunyikan bel setiap pergantian jam pelajaran. Kemudian mengontrol setiap
kelas yang tidak ada gurunya. Maka dicarikan solusinya bagaimana supanyasiswa
tetap belajar agar tidak ribut dan tidak berkeliaran di kelas maupun di luar
kelas.
b.
Mengawasi
Siswa Shalat Zuhur Berjamaah
Bersama dengan mahasiswa PPL lainnya,
penulis mengawasi dan mengontrol siswa untuk shalat zuhur berjamaah. Di MTsN
ini seluruh siswa harus shalat zuhur berjamaah di mushalla sekolah sebelum jam
pulang. Sehingga siswa terlatih untuk shalat berjamaah di setiap waktu shalat.
Selama
mengikuti kegiatan Program Pengalaman Lapangan di MTsN Simpang Empat, penulis
sebagai calon guru banyak memperoleh berbagai pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman tertentu yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan belajar mengajar
di kelas. Secara umum penulis telah mendapatkan gambaran informasi mengenai
pengelolaan kegiatan belajar di kelas, baik dalam persiapan mengajar,
menerapkan pelajaran, melakukan evaluasi kegiatan belajar, maupun pengetahuan
lain yang berhubungan dengan sekolah.
Selain itu
pengalaman lain yang penulis peroleh adalah :
1.
Pengetahuan
tentang penerapan teknik mengajar yang cocok dalam kegiatan mengajar dan
bagaimana cara mengelola kelas yang baik.
2.
Memperoleh
gembaran umum tentang karakteristik siswa dan bagaimana memperlakukannya sesuai
dengan karakter dan sifatnya yang berbeda-beda.
3.
Memperoleh
pengalaman bahwa tugas seorang guru tidak hanya mengajar saja, tetapi juga
mendidik dan mengarahkan siswa agar memperoleh prestasi akademik dan berhasil
dalam hidupnya.
4.
Memperoleh
pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan kegiatan evaluasi belajar dan analisis
hasil belajar.
5.
Memahami
bahwa pengelolaan kegiatan belajar itu merupakan suatu kegiatan yang sistematis
meliputi persiapan mengajar, mengatur kegiatan belajar mengajar, melaksanakan,
dan mengevaluasi.
B.
Pengalaman Berwawasan Negatif
Berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan Praktek
Pengalaman Lapangan (PPL) di MTsN Simpang Empat, ada beberapa pengalaman yang
berwawasan negatif yang penulis rasakan baik itu dalam kegiatan belajar
mengajar maupun dalam kegiatan non mengajar.
1.
Kegiatan
Mengajar
Dalam proses belajar mengajar, masih
terlihat kurangnya minat dan motivasi siswa dalam menerima pelajaran.
Sebahagian dari siswa siswi itu sangat susah untuk diataur dan dikendalikan.
Dari pengalaman tersebut penulis beranggapan bahwa salah satu penyebabnya
adalah kurangnya perhatian bagi mereka.
Dalam proses belajar mengajar
terkadang penulis merasa kesulitan dalam menguasai materi yang akan diajarkan,
tetapi dari pengalaman tersebut penulis tetap semangat dalam melaksanakan
proses belajar mengajar.
2.
Kegiatan
Non Mengajar
Yang penulis
perhatikan dalam kegiatan non mengajar ini salah satunya pelaksanaan shalat
zuhur berjamaah, masih ada diantara siswa yang belum mengerti betapa pentingnya
pelaksanaan shalat berjamaah. Seperti aturan bagi orang yang terlambat dalam
shalat berjamaah.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah
penulis menguraikan panjang lebar tentang kegiatan yang penulis laksanakan
selama melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) kurang lebih satu
semester di MTsN Simpang Empat Pasaman Barat, dimana penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1.
Secara
umum pelaksanaan Program Pengamalan Lapangan (PPL) di MTsN Simpang Empat, baik
kegiatan mengajar maupun non mengajar dapat berjalan dengan lancar berkat kerja
sama antara pihak terkait.
2.
Program
Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan untuk mempersiapakan calon-calon guru
dimasa yang akan datang. Calon guru yang profesional dan trampil menjalankan
tugasnya sebagai guru.
3.
Seorang
guru tugasnya tidak hanya mengajar namun masih banyak yang harus di persiapkan
seperti RPP, Program Tahunan, Program Semester dan lain sebagainya.
B.
Saran
STAI-YAPTIP
Simpang Empat sebagai Fakultas Tarbiyah satu-satunya di Simpang Empat, kami
menyarankan agar :
1.
STAI-YAPTIP
akan selalu meningkatkan kualitas pendidikan sehingga dapat melahirkan
calon-calon guru yang berkualitas dan profesional.
2.
STAI-YAPTIP
senantiasa menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pihak sekolah tempat
mahasiswa melaksanakan PPL.
3.
Pihak
sekolah dan mahasiswa PPL dapat menjalin kerjasama yang harmonis.
4.
Mahasiswa
dapat menerapkan ilmu yang telah diperolehnya selama PPL dengan baik dan mampu
merealisasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh tersebut.